Filed under: Uncategorized
Buku sang pemimpi ini adalah buku lanjutan dari kisah pribadi sang penulis yang berjudul Laskar Pelangi. Jika pada Laskar Pelangi penulis bercerita tentang masa – masa SD sampai dengan SMP, di buku yang berjudul Sang Pemimpi ini adalah kisah nya pada saat SMA, jika pada Laskar Pelangi berkisah tentang 11 Sahabat ( Ikal, Lintang, Mahar, Sahara,Trapani, Kucai, Syahdan, Harun, Samson, dan A Kiong) maka dikisah ini bercerita tentang 3 orang Sahabat ( Ikal, Arai, dan Jimbron ).
Masa Masa Remaja
Setelah SMP, akhirnya ikal dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMU Negeri Bukan Main. Sekolah ini di pelopori oleh Pak Balia sebagai tokoh kepala sekolah dan Pak Mustar sebagai wakilnya. Di gambarkan bahwa Pak Balia adalah seorang yang tegas dan berwibawa, sedangkan Pak Mustar adalah seorang guru yang sangat di takuti, konon sebabnya anaknya tidak dapat masuk ke sekolah yang ia pelopori ini hanya karena NEM nya kurang 0.25, syarat untuk masuk ke SMU ini NEM nya harus 4 sedangkan anaknya hanya mendapat 3.75.
Di sekolah ini Ikal berteman dengan Arai, sebenarnya Ikal dan Arai masih punya hubungan darah, alkisah saat kelas 1 SD ibunda Arai meninggal saat melahirkan adiknya, dan adiknya pun meninggal juga. Lalu saat kelas 3 SD ayah nya pun meninggal sehingga tinggal Arai sebatang kara yang kemudian dirawat oleh ayah dari Ikal. Arai bagi Ikal adalah seorang Sahabat , dan Kakak, seringkali Arai melindungi Ikal dengan cara nya sendiri.
Jarak dari rumah Ikal ke SMU nya sekitar 30 Kilometer, di daerah pelabuhan bernama Magai, karena itu lah Ikal dan Arai memutuskan untuk menyewa sebuah los yang dekat dengan sekolah mereka, untuk dapat bertahan hidup mereka bekerja sebagai kuli ngambat.
Selain Arai, satu sahabat Ikal yang baru adalah Jimbron, Jimbron adalah manusia yang unik , mempunyai muka yang jika orang melihat nya selalu ingin melindungi , bertubuh gempal , dan gagap — walaupun tidak selau gagap — , dan dia mempunyai satu kegemaran yang unik yaitu Kuda!!!. Kuda bagi Jambron adalah mahluk yang ajaib, sehingga jika dia berbicara tentang Kuda tak kan ada habisnya, walaupun sebenarnya dia belum pernah bertemu dengan mahluk tersebut.
Ikal, Arai , dan Jimbron adalah biang rusuh di sekolah mereka, pernah sekali mereka kepergok nonton di Bioskop yang nyata – nyata dilarang oleh Pak Mustar. Dan banyak kisah nakal mereka lainnya. Tapi selain nakal mereka ada gerombolan gerombolan pemimpi, karena mimpi lah mereka bisa bertahan.
Kesimpulan
Buku ini sangat bagus!!!. Entah bagaimana saya melukiskan bagaimana bagusnya buku ini, karena saya juga kurang pandai dalam menilai bagus atau tidak nya suatu karya sastra, yang pasti kita bisa terhanyut dalam adegan – adegan nya. Bagaimana Ikal dan Arai membantu Maryamah dan anaknya Nurmi yang datang untuk meminta beras, sampai akhirnya mereka bisa berjualan. Seperti nya Andrea Hirata senang memberikan satu atau dua petunjuk tentang lanjutan tetralogi ini, di dalam buku ini anak tertua dari Maryamah, Nurmi gemar sekali bermain biola, dan saat melihat judul dan cover dari buku ke empat yang belum keluar maka perkiraan saya Nurmi lah yang akan menjadi pusat dari buku keempat yang berjudul
“Maryamah Karpov“, dan di buku pertama pun begitu, penulis sudah menceritakan kisah tentang Endesor yang menjadi judul buku ketiga, dan cita – cita nya yang ingin kesana.
KESANKU SETELAH MEMBACA Sang Pemimpi
Aku (Aziz, ya Aziz, Aziz yang nulis blog ini), menurutku novel ini mengharukan, lucu, menggugah semangat. Tak jarang aku memberian air mataku untuk novel ini, sebut saja ketika Arai yang merasa sangat bersalah pada ayahnya karena ia mendudukan ayahnya itu pada kursi no 75, yang awalnya kursi no 3 (garda depan). Atau ketika Jimbron memberikan kedua celengan kuda yang ia isi selama 2 tahun, diisinya kedua celengan kuda itu dengan uang yang ia bagi rata. Ikal mendapat celengan kuda Sumbawa dan Arai mendapat celengan kuda sandel. “Oh betapa terharunya aku (Aziz, ya Aziz, Aziz yang nulis blog ini) betapa aku terharu dengan persahabatan tiga tokoh dalam novel ini (Ikal, Arai, Jimbron). Tanpa mengecilkan ketiga novel yang lain dari tetralogi Laskar Pelangi (Laskar Pelangi, Edensor, dan Maryamah Karpov), novel yang kedua ini (Sang Pemimpi) menurutku adalah novel yang paling mengharukan. Sebenarnya masih banyak kesan yang aku dapat setelah membaca tetraligi Laskar Pelangi tapi berhubung tanganku sudah capek maka cukup ini saja kesan yang aku tulis.